Akhlak & Tazkiyah Rujukan Redaksi

Mengapa Anak Sering Rewel Meski Sudah Dicukupi? Mencari Amanah Hati di Rumah

Pernahkah kamu pulang kerja, lelah setelah seharian berjibaku dengan angka dan target, berharap disambut senyum ceria si kecil, namun yang ada justru tangisan t...

Mengapa Anak Sering Rewel Meski Sudah Dicukupi? Mencari Amanah Hati di Rumah
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Pernahkah kamu pulang kerja, lelah setelah seharian berjibaku dengan angka dan target, berharap disambut senyum ceria si kecil, namun yang ada justru tangisan tanpa sebab atau sikap diam yang membingungkan? Hati terasa perih. Sudahkah semua kebutuhan materi terpenuhi, mulai dari gizi, pakaian, hingga mainan terbaru, tapi mengapa ada jurang emosional yang tak terjangkau? Kamu mungkin merasa gagal, atau justru marah karena merasa tak dihargai, padahal energi dan waktu sudah terkuras habis demi mereka.

Dalil

Allah berfirman:

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا

Artinya: Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. At-Talaq: 2)

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya: Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang istiqomah, meskipun sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim)

Keresahan ini bukanlah hal baru. Banyak orang tua, di tengah tuntutan hidup yang serba cepat, tanpa sadar mengabaikan satu kebutuhan fundamental anak: rasa aman emosional. Bukan sekadar aman dari ancaman fisik, melainkan aman dalam batin, merasa diterima sepenuhnya, dicintai tanpa syarat, dan memiliki ruang untuk mengekspresikan diri tanpa takut dihakimi. Kegelisahan batin anak seringkali terwujud dalam perilaku 'rewel' atau 'sulit diatur', padahal itu adalah sinyal SOS dari hati mereka yang butuh sentuhan. Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin mengingatkan kita tentang pentingnya 'qalb' (hati) sebagai raja dalam diri manusia; jika hati tenang, seluruh anggota tubuh akan ikut tenang. Begitu pula dengan anak, ketenangan hati mereka adalah fondasi bagi tumbuh kembang yang optimal.

Baca Juga

Terjebak Lingkaran Cicilan? Begini Cara Qana'ah Membebaskan Hati

Membangun amanah hati di rumah berarti menciptakan lingkungan di mana hati anak merasa tenteram. Ini berawal dari ketenteraman hati orang tua sendiri. Bagaimana mungkin kita menenangkan hati anak jika hati kita sendiri sering bergejolak? Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra'd: 28)

Ayat ini adalah kunci. Ketenteraman hati yang hakiki hanya didapat dari zikir dan mengingat Allah. Ketika orang tua mampu menenangkan hatinya melalui zikir, sholawat, dan tadarus Al-Qur'an, energi positif dan ketenangan itu akan memancar, menjadi 'selimut' yang menghangatkan hati anak. Ini bukan sekadar teori, melainkan praktik pembinaan hati yang akan menciptakan resonansi damai dalam rumah.

Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam membangun rasa aman emosional. Beliau ﷺ dikenal sangat menyayangi anak-anak, bahkan tidak segan mencium cucunya di depan umum, menunjukkan kasih sayang yang tulus. Pernah suatu ketika, seorang sahabat terheran-heran melihat Rasulullah ﷺ mencium Hasan dan Husain, seraya berkata, “Aku punya sepuluh anak, tapi tidak pernah satu pun aku cium.” Rasulullah ﷺ menjawab, “Siapa yang tidak mengasihi, tidak akan dikasihi.” (HR. Bukhari). Hadits ini menegaskan bahwa kasih sayang dan kelembutan adalah fondasi utama dalam berinteraksi dengan anak. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Madarijus Salikin banyak mengulas tentang pentingnya 'tarbiyah ruhiyah' (pendidikan spiritual) yang berbasis cinta dan pemahaman mendalam tentang fitrah anak, bukan sekadar aturan dan hukuman.

Maka, untuk membangun rasa aman emosional anak, mulailah dari hati kita sendiri. Hadirkan diri secara utuh saat bersama mereka, dengarkan keluh kesah mereka tanpa menghakimi, dan berikan pelukan yang tulus. Ini adalah 'sholawat tanpa syarat' dalam bentuk tindakan, yaitu menyalurkan cinta dan kasih sayang yang kita dapatkan dari mengingat Allah dan Rasul-Nya kepada buah hati. Istiqomah dalam pembinaan hati, baik hati kita maupun hati anak, adalah investasi terbesar yang akan melahirkan generasi perindu Rasulullah ﷺ yang berhati damai.

Gabung pejuang istiqomah: Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an — klik di sini untuk mulai setor sholawat atau baca Al-Qur'an bersama.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Akhlak & Tazkiyah

Ketika Panji Agama Jadi Topeng: Mengapa Hati Tetap Terluka Meski Janji Suci Diucap?

05 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Ketika Kesedihan Tak Berujung Justru Membuka Pintu Hikmah?

04 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Lumbung Pangan dari Penjara: Menguak Hikmah Pengelolaan Krisis ala Nabi Yusuf

01 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Ketika Memilih Mundur Justru Menyelamatkan Iman: Belajar dari Ashabul Kahfi

01 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Ketika Iman Menuntut Jeda: Hikmah Uzlah Ashabul Kahfi di Tengah Bising Dunia

01 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Ashabul Kahfi: Mundur untuk Maju dalam Iman

01 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Ketika Gelar 'Istri Sholehah' Terasa Beban: Menyelami Makna Sejati dalam Hikmah Tasawuf

01 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Ketika Lingkungan Meracuni Iman: Beranikah Kita Memilih Mundur Seperti Ashabul Kahfi?

01 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Ketika Mundur Adalah Kekuatan: Hikmah Ashabul Kahfi di Tengah Keriuhan Modern

01 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Dari Penjara ke Lumbung Pangan: Bagaimana Krisis Menjadi Pintu Hikmah Nabi Yusuf?

01 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Nabi Yunus: Ketika Seorang Nabi Merasa Pergi Sebelum Waktunya

01 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Bisakah Kita Memaafkan Mereka yang Pernah Menghancurkan Hidup Kita?

01 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Debat Satu Kalimat: Ketika Kebenaran Tak Mampu Menggerakkan Hati

01 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Ketika Kesabaran Berbicara: Mengapa Nabi Ayyub Tak Pernah Mengeluh pada Manusia?

01 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Qarun: Mengapa Kekayaan Justru Menelan Pemiliknya?

01 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Dakwah Nabi Luth: Mengapa Hati Tetap Tegar Meski Tak Ada yang Berubah?

01 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Raja Terbesar yang Tak Pernah Sombong: Amanah Kekuasaan Nabi Sulaiman

01 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Kisah Ifk: Ketika Fitnah Merobek Batin, Bagaimana Hati Tetap Teguh?

01 Jul 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Al-Qur'an Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

AKTIVITAS JAMAAH baru saja
Memuat...

Live Statistik

Realtime
Sholawat Hari Ini ...
Khatam Quran ...
Jadwal Sholat Sidoarjo --
SUBUH
--:--
DZUHUR
--:--
ASHAR
--:--
MAGHRIB
--:--
ISYA
--:--
Logo AlFatihRPS

Instal Portal AlFatihRPS

Pasang aplikasi untuk akses cepat artikel, komunitas, dan fitur lainnya langsung dari HP Anda.