Akhlak & Tazkiyah Rujukan Redaksi

Kibr: Penyakit Hati yang Membuat Kita Meremehkan Langkah Kecil Sesama

Jam makan siang di kantor, kamu diam-diam mengamati rekan kerja yang antusias bercerita tentang proyek sampingannya. Sebuah bisnis kecil yang baru ia rintis, mu...

Kibr: Penyakit Hati yang Membuat Kita Meremehkan Langkah Kecil Sesama
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Jam makan siang di kantor, kamu diam-diam mengamati rekan kerja yang antusias bercerita tentang proyek sampingannya. Sebuah bisnis kecil yang baru ia rintis, mungkin menjual kerajinan tangan atau jasa katering rumahan. Senyumnya lebar, matanya berbinar. Tapi entah kenapa, dalam hati, terbesit pikiran: 'Ah, paling juga cuma iseng, mana bisa sukses?' Atau sebaliknya, kamu yang sedang berjuang meniti karier atau memulai usaha, merasa pahit saat mendengar komentar sinis dari orang terdekat: 'Buat apa capek-capek? Gaji segitu doang, nggak akan bikin kaya.'

Perasaan meremehkan, baik yang muncul dari diri sendiri terhadap orang lain, maupun yang kita rasakan dari orang lain, seringkali meninggalkan luka batin. Ia mengikis semangat, merusak ukhuwah, dan bahkan menghalangi kita untuk melihat keindahan perjuangan sesama. Lebih dalam lagi, sikap ini seringkali berakar dari sebuah penyakit hati yang berbahaya: kibr atau kesombongan, meski kadang terselubung dalam bentuk ketidaksabaran atau pandangan yang terlalu dangkal terhadap kuasa Allah SWT.

Dalam ajaran luhur Rasulullah SAW, kita diajari untuk senantiasa menjaga lisan dan hati dari merendahkan sesama. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

(Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok); dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan-perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan-perempuan (yang diolok-olok) lebih baik dari perempuan-perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.) (QS. Al-Hujurat: 11). Ayat ini dengan tegas melarang kita merendahkan orang lain, karena hakikat kebaikan dan kemuliaan hanya Allah yang tahu.

Sikap meremehkan adalah manifestasi dari kibr atau kesombongan, sebuah hijab tebal yang menghalangi hati untuk melihat kebenaran dan keindahan. Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga
Sabar yang Tetap Menangis: Membaca Shabrun Jamil Nabi Ya'qub

Sabar yang Tetap Menangis: Membaca Shabrun Jamil Nabi Ya'qub

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

(Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun hanya sebesar biji sawi.) (HR. Muslim). Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menjelaskan bahwa kibr adalah melihat diri sendiri lebih mulia dari yang lain, yang kemudian melahirkan sikap meremehkan, merendahkan, dan enggan menerima kebenaran dari siapapun. Padahal, setiap usaha, sekecil apapun, adalah sebuah ikhtiar yang patut dihargai, sebab Allah tidak melihat hasil semata, melainkan proses dan niat di baliknya.

Bahkan jika kita melihat usaha seseorang yang secara lahiriah tampak biasa atau belum membuahkan hasil besar, hikmah mengajarkan kita untuk tidak buru-buru menghakiminya. Ibnu 'Athaillah As-Sakandari dalam Al-Hikam mengingatkan bahwa “terkadang Allah SWT membukakan pintu untukmu menuju ketaatan, namun tidak membukakan pintu untukmu menuju penerimaan (hasilnya), dan terkadang Dia membukakan pintu untukmu menuju dosa, namun Dia membukakan pintu untukmu menuju pengampunan.” Ini berarti, fokus kita seharusnya pada niat dan ikhtiar, bukan pada hasil yang sepenuhnya berada dalam genggaman Allah SWT. Meremehkan usaha orang lain sama dengan meremehkan potensi takdir dan rahmat Allah SWT yang mungkin tercurah pada mereka.

Maka, marilah kita melatih hati untuk senantiasa berprasangka baik dan melihat setiap langkah sesama dengan kacamata kasih sayang, sebagaimana Rasulullah SAW mencontohkannya. Alih-alih meremehkan, kita bisa menawarkan dukungan, doa, atau sekadar senyum tulus yang menguatkan. Ini adalah bagian dari membangun ukhuwah, persaudaraan yang kokoh. Dengan demikian, kita tidak hanya menjaga hati dari penyakit kibr, tetapi juga turut menyebarkan energi positif yang mendorong setiap 'pejuang' untuk terus melangkah, apapun tantangannya.

Bergabung sebagai pejuang: Belajar istiqomah bersama di member.alfatihrps.com — sholawat tanpa syarat, ukhuwah tanpa batas.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Kenapa Allah SWT Memerintahkan Tasbih Pagi-Petang Saat Rasulullah SAW Dicaci?
Akhlak & Tazkiyah

Kenapa Allah SWT Memerintahkan Tasbih Pagi-Petang Saat Rasulullah SAW Dicaci?

03 Nov 2026
Sabar yang Tetap Menangis: Membaca Shabrun Jamil Nabi Ya'qub
Akhlak & Tazkiyah

Sabar yang Tetap Menangis: Membaca Shabrun Jamil Nabi Ya'qub

03 Nov 2026
Apa Itu Ayat Tematik, dan Kenapa Satu Ayat Saja Bisa Menyesatkan Hati?
Akhlak & Tazkiyah

Apa Itu Ayat Tematik, dan Kenapa Satu Ayat Saja Bisa Menyesatkan Hati?

02 Nov 2026
Lutut yang Bersentuhan: Adab Menuntut Ilmu yang Hilang di Era Video Pendek
Akhlak & Tazkiyah

Lutut yang Bersentuhan: Adab Menuntut Ilmu yang Hilang di Era Video Pendek

02 Nov 2026
Ketika Amal Mencari Penonton: Membaca Riya Lewat Kacamata Al-Ghazali
Akhlak & Tazkiyah

Ketika Amal Mencari Penonton: Membaca Riya Lewat Kacamata Al-Ghazali

01 Nov 2026
Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal Latin: Sampaikah ke Alam Kubur?
Akhlak & Tazkiyah

Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal Latin: Sampaikah ke Alam Kubur?

01 Nov 2026
Ucapkanlah Perkataan yang Benar: Ketika Menutupi Salah Teman Justru Melukainya
Akhlak & Tazkiyah

Ucapkanlah Perkataan yang Benar: Ketika Menutupi Salah Teman Justru Melukainya

31 Oct 2026
Contoh Ayat Tematik: Apa yang Dirasakan Nabi Saat Wahyu Sempat Tertahan?
Akhlak & Tazkiyah

Contoh Ayat Tematik: Apa yang Dirasakan Nabi Saat Wahyu Sempat Tertahan?

31 Oct 2026
Raja Terkaya dan Hamba Paling Diuji: Mengapa Allah SWT Memuji Keduanya Sama?
Akhlak & Tazkiyah

Raja Terkaya dan Hamba Paling Diuji: Mengapa Allah SWT Memuji Keduanya Sama?

30 Oct 2026
Ayat Tematik Adalah Apa, dan Kenapa Satu Ayat Saja Bisa Membuat Kita Keliru?
Akhlak & Tazkiyah

Ayat Tematik Adalah Apa, dan Kenapa Satu Ayat Saja Bisa Membuat Kita Keliru?

29 Oct 2026
Afat Artinya Apa? Konsep Āfāt al-Lisān Al-Ghazali yang Dekat dengan Hidup Kita
Akhlak & Tazkiyah

Afat Artinya Apa? Konsep Āfāt al-Lisān Al-Ghazali yang Dekat dengan Hidup Kita

29 Oct 2026
Ayat Tematik dari Al-Qur'an Pendek: Kenapa yang Ringkas Paling Lama Menetap?
Akhlak & Tazkiyah

Ayat Tematik dari Al-Qur'an Pendek: Kenapa yang Ringkas Paling Lama Menetap?

28 Oct 2026
Kenapa Sulit Menghafal Ayat Tematik dari Alquran dan Mampu Menjelaskannya?
Akhlak & Tazkiyah

Kenapa Sulit Menghafal Ayat Tematik dari Alquran dan Mampu Menjelaskannya?

28 Oct 2026
Dapat Menghafal Ayat Tematik dari Alquran dan Mampu Menjelaskannya—Cukupkah?
Akhlak & Tazkiyah

Dapat Menghafal Ayat Tematik dari Alquran dan Mampu Menjelaskannya—Cukupkah?

27 Oct 2026
Kenapa Nabi Tenang di Atas Tikar Kasar, Sementara Kita Gelisah di Kasur Empuk?
Akhlak & Tazkiyah

Kenapa Nabi Tenang di Atas Tikar Kasar, Sementara Kita Gelisah di Kasur Empuk?

27 Oct 2026
Apa Itu Ayat Tematik, dan Kenapa Satu Ayat Saja Bisa Membuat Hati Salah Paham?
Akhlak & Tazkiyah

Apa Itu Ayat Tematik, dan Kenapa Satu Ayat Saja Bisa Membuat Hati Salah Paham?

26 Oct 2026
Contoh Ayat Tematik tentang Duka: Mengapa Ya'qub Hanya Mengadu kepada Allah SWT?
Akhlak & Tazkiyah

Contoh Ayat Tematik tentang Duka: Mengapa Ya'qub Hanya Mengadu kepada Allah SWT?

23 Oct 2026
Kenapa Obrolan Paling Nikmat Justru yang Paling Diam-diam Menguras Pahala?
Akhlak & Tazkiyah

Kenapa Obrolan Paling Nikmat Justru yang Paling Diam-diam Menguras Pahala?

23 Oct 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

Memuat aktivitas ibadah… ›
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli 'alaa sayyidina Muhammad
Setor Sholawat

Setiap bilangan yang Anda tulis menjadi saksi cinta kepada Baginda Nabi SAW. Isikan jumlahnya, lalu kirim — Anda diminta masuk sebentar agar amalan tercatat.