Fiqih Ibadah Rujukan Redaksi

Kenapa Dhuha Sering Terlewat Meski Hati Merindukan Ketenangan?

Jam tujuh pagi, ponsel sudah berdering dengan notifikasi grup kerja, sementara tumpukan cucian dan daftar belanja masih menanti di benak. Di tengah semua itu, p...

Kenapa Dhuha Sering Terlewat Meski Hati Merindukan Ketenangan?
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Jam tujuh pagi, ponsel sudah berdering dengan notifikasi grup kerja, sementara tumpukan cucian dan daftar belanja masih menanti di benak. Di tengah semua itu, pernahkah terbersit keinginan untuk sejenak menarik napas, mencari ketenangan, namun terasa mustahil karena daftar tugas yang tak berkesudahan?

Dalil

Allah SWT berfirman:

ูˆูŽู…ูŽู† ูŠูŽุชูŽู‘ู‚ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูŠูŽุฌู’ุนูŽู„ ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽุฎู’ุฑูŽุฌู‹ุง

Artinya: Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. At-Talaq: 2)

Rasulullah SAW bersabda:

ุฃูŽุญูŽุจูู‘ ุงู„ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุฏู’ูˆูŽู…ูู‡ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ู‚ูŽู„ูŽู‘

Artinya: Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang istiqomah, meskipun sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hati terasa berat, pikiran bercabang, seolah ada ruang kosong yang tak terisi, bahkan ketika kita telah berusaha keras memenuhi tuntutan dunia. Kita tahu ada 'sesuatu' yang hilang, sebuah kedamaian yang terasa semakin jauh. Kegelisahan itu seringkali datang bukan dari kekurangan materi, melainkan dari kelelahan batin yang tak kunjung terobati, sebuah kerinduan akan koneksi yang lebih dalam di tengah hiruk-pikuk.

Baca Juga
Ketika Ad-Dhuha Ditukar Sebotol Miras: Apa yang Sebenarnya Terluka?

Ketika Ad-Dhuha Ditukar Sebotol Miras: Apa yang Sebenarnya Terluka?

Di sinilah shalat Dhuha hadir, bukan sekadar ritual penggugur kewajiban atau sekadar pembuka pintu rezeki materi, melainkan sebuah undangan lembut dari Sang Pencipta untuk menata kembali hati di awal hari. Ia adalah manifestasi dari ajaran Rasulullah SAW yang penuh hikmah, sebuah kesempatan untuk menghentikan sejenak putaran dunia dan menyambungkan kembali jiwa kepada sumber ketenangan sejati.

Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda, โ€œSetiap ruas tulang salah seorang di antara kalian wajib bersedekah setiap harinya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar maโ€™ruf nahi munkar adalah sedekah. Dan cukuplah menggantikan semua itu dengan dua rakaat shalat Dhuha.โ€ (HR. Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa Dhuha adalah sedekah spiritual yang menyeluruh bagi tubuh, bukan hanya amalan yang berfokus pada imbalan duniawi, melainkan sebuah bentuk syukur atas setiap karunia Allah yang mengalir dalam diri kita.

Shalat Dhuha, dengan demikian, adalah momen untuk mengukuhkan kesadaran bahwa hanya dengan mengingat Allah, hati akan menemukan ketenteraman.

ุฃูŽู„ูŽุง ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ู‘ู ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู

(Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.) (QS. Ar-Ra'd: 28). Ayat ini bukan sekadar janji, melainkan sebuah formula abadi untuk menenangkan gejolak jiwa. Dhuha adalah zikir dalam bentuk paling sempurna: gerak tubuh, lisan, dan hati yang menyatu dalam penghambaan.

Imam Al-Ghazali, dalam mahakaryanya *Ihya' Ulumuddin*, mengajarkan bahwa ibadah sunnah, termasuk Dhuha, adalah jembatan menuju *murฤqabah*โ€”kesadaran akan kehadiran Ilahi yang tak pernah putus. Ia bukan sekadar gerak fisik, melainkan penyerahan hati yang mendalam. Sementara Ibnu 'Athaillah As-Sakandari, dalam *Al-Hikam*, seringkali mengingatkan kita untuk mencari Allah SWT di tengah kesibukan dunia, menjadikan setiap waktu sebagai kesempatan untuk kembali kepada-Nya. Dhuha adalah momen *tazkiyatun nafs*, penyucian jiwa, di mana kita menanggalkan beban dunia sejenak dan mengisi bejana hati dengan cahaya Ilahi.

Ini adalah momen kita berkata pada diri sendiri, dan pada Rabb kita, bahwa di tengah segala hiruk-pikuk, ada cinta yang lebih besar, ada ketenangan yang lebih abadi yang kita cari. Dhuha menjadi manifestasi *mahabbah*โ€”sebuah cinta yang menggerakkan kita untuk mendekat, bukan karena imbalan semata, melainkan karena rindu dan keinginan tulus mengikuti jejak Rasulullah SAW. Memulai shalat Dhuha, bahkan hanya dua rakaat, adalah langkah kecil namun konsisten yang mampu menumbuhkan istiqomah dalam hati, melatih kita untuk mendahulukan panggilan jiwa di atas tuntutan dunia, sedikit demi sedikit.

Gabung pejuang istiqomah: Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an โ€” klik di sini untuk mulai setor sholawat atau baca Al-Qur'an bersama.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Malaikat yang Nyaris Membuat Tetangga Jadi Ahli Waris
Fiqih Ibadah

Malaikat yang Nyaris Membuat Tetangga Jadi Ahli Waris

04 Sep 2026
Nabi Menyebut Hilangnya Kesulitan, Bukan Balasan: Apa Bedanya?
Fiqih Ibadah

Nabi Menyebut Hilangnya Kesulitan, Bukan Balasan: Apa Bedanya?

04 Sep 2026
Kita Kira Sabar Itu Diam. Tapi Nabi Ayyub Mengajarkan Sebaliknya
Fiqih Ibadah

Kita Kira Sabar Itu Diam. Tapi Nabi Ayyub Mengajarkan Sebaliknya

03 Sep 2026
Doa yang Ditolak Cepat: Pelajaran Adab dari Sebuah Kesalahan di Masjid Nabawi
Fiqih Ibadah

Doa yang Ditolak Cepat: Pelajaran Adab dari Sebuah Kesalahan di Masjid Nabawi

03 Sep 2026
Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal dan yang Sakit (Arab, Latin, Arti)
Fiqih Ibadah

Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal dan yang Sakit (Arab, Latin, Arti)

03 Sep 2026
Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah: Arab, Latin, dan Artinya
Fiqih Ibadah

Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah: Arab, Latin, dan Artinya

03 Sep 2026
Ketika Diludahi Setiap Hari: Rahasia di Balik Diamnya Nabi
Fiqih Ibadah

Ketika Diludahi Setiap Hari: Rahasia di Balik Diamnya Nabi

02 Sep 2026
Sabar Tanpa Syukur, Syukur Tanpa Sabar: Kenapa Keduanya Timpang?
Fiqih Ibadah

Sabar Tanpa Syukur, Syukur Tanpa Sabar: Kenapa Keduanya Timpang?

02 Sep 2026
Gabut? Ini Amalan & Dzikir Ringan yang Berpahala Besar
Fiqih Ibadah

Gabut? Ini Amalan & Dzikir Ringan yang Berpahala Besar

01 Sep 2026
Jangan Putus Asa: Doa & Sholawat Ketika Lelah dan Hidup Terasa Berat
Fiqih Ibadah

Jangan Putus Asa: Doa & Sholawat Ketika Lelah dan Hidup Terasa Berat

01 Sep 2026
Doa Penenang Hati yang Gelisah Ketika Ada Masalah (Arab, Latin, Arti)
Fiqih Ibadah

Doa Penenang Hati yang Gelisah Ketika Ada Masalah (Arab, Latin, Arti)

01 Sep 2026
Keutamaan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW: Dalil & Manfaatnya
Fiqih Ibadah

Keutamaan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW: Dalil & Manfaatnya

01 Sep 2026
Kenapa Semakin Banyak yang Dimiliki, Hati Justru Makin Kosong?
Fiqih Ibadah

Kenapa Semakin Banyak yang Dimiliki, Hati Justru Makin Kosong?

01 Sep 2026
Kita Kira Al-Qur'an Cuma Dibaca. Ternyata Ia Ingin Menemani
Fiqih Ibadah

Kita Kira Al-Qur'an Cuma Dibaca. Ternyata Ia Ingin Menemani

01 Sep 2026
Sholawat Badar: Teks, Sejarah, dan Keutamaannya
Fiqih Ibadah

Sholawat Badar: Teks, Sejarah, dan Keutamaannya

01 Sep 2026
Sholawat Tibbil Qulub: Teks, Makna, dan Keutamaannya
Fiqih Ibadah

Sholawat Tibbil Qulub: Teks, Makna, dan Keutamaannya

01 Sep 2026
Sholawat Munjiyat: Teks, Kisah, dan Keutamaannya
Fiqih Ibadah

Sholawat Munjiyat: Teks, Kisah, dan Keutamaannya

01 Sep 2026
Sholawat Al-Fatih: Teks, Sejarah, dan Keutamaannya
Fiqih Ibadah

Sholawat Al-Fatih: Teks, Sejarah, dan Keutamaannya

01 Sep 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

Memuat aktivitas ibadahโ€ฆ