Pernahkah Anda merasa lelah? Lelah dengan tuntutan pekerjaan yang tak ada habisnya, beban cicilan yang menumpuk, atau sekadar penat melihat hidup orang lain yang tampak sempurna di media sosial? Seolah ada tekanan tak terlihat yang memaksa kita untuk selalu 'up-to-date', takut ketinggalan (FOMO) dari segala hal yang sedang viral, tren terbaru, atau pencapaian teman sejawat. Keresahan ini seringkali berujung pada kelelahan batin, kecemasan, dan rasa tidak cukup, padahal yang kita kejar hanyalah fatamorgana kebahagiaan sesaat.
Dalil
Allah berfirman:
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا
Artinya: Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. At-Talaq: 2)
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya: Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang istiqomah, meskipun sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim)
Menemukan Oasis di Tengah Hiruk-Pikuk
Namun, ada sebuah oasis di tengah gurun fatamorgana itu: JOMO, atau Joy of Missing Out. Ini bukan tentang apatis atau tidak peduli, melainkan sebuah pilihan sadar untuk menarik diri dari hiruk-pikuk tuntutan eksternal dan kembali fokus pada diri sendiri, pada apa yang benar-benar esensial bagi kedamaian hati kita. Dalam khazanah Islam, konsep ini bukanlah hal baru. Ia berakar kuat pada ajaran zuhud (bukan berarti miskin, melainkan tidak terikat hati pada dunia) dan qana'ah (merasa cukup dan ridha atas karunia Allah), yang telah diajarkan oleh para ulama salafus shalih.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin banyak membahas bagaimana keterikatan hati pada duniawi menjadi penghalang utama bagi ketenangan jiwa. Ketika kita terlalu sibuk membandingkan diri, mengejar pengakuan, atau mengikuti arus tanpa henti, kita sebenarnya sedang menjauh dari sumber ketenangan hakiki. Allah ﷻ berfirman,
Baca Juga
Paradoks 'Indonesia Bangkit': Antara Optimisme Angka dan Kelelahan Jiwa
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ
(Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.) (QS. Ar-Ra'd: 28). Ayat ini menegaskan bahwa ketenteraman sejati bukan ditemukan di luar, melainkan di dalam diri, melalui koneksi kita dengan Sang Pencipta.
Kekayaan Sejati Adalah Kekayaan Hati
JOMO dalam perspektif hikmah mengajak kita untuk menyadari bahwa kekayaan sejati bukanlah pada apa yang kita miliki atau apa yang orang lain lihat dari kita, melainkan pada kekayaan jiwa. Rasulullah ﷺ bersabda,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
(Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, akan tetapi kekayaan itu adalah kekayaan jiwa (hati).) (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menjadi pengingat yang meneduhkan di tengah gempuran tren dan standar sosial yang seringkali menyesakkan. Ini adalah undangan untuk berhenti sejenak, mengevaluasi prioritas, dan berinvestasi pada apa yang kekal.
Menerapkan JOMO berarti memilih untuk fokus pada pembinaan hati, bukan pada ajang pamer atau pencapaian eksternal yang fana. Ini selaras dengan semangat Gerakan Sholawat Tanpa Syarat yang kami gaungkan. Ketika kita istiqomah bersholawat setiap hari, atau meluangkan waktu untuk tadarus Al-Qur'an bersama, kita sedang menanam benih-benih kedamaian dalam jiwa. Ini adalah langkah kecil yang konsisten, tanpa tekanan, tanpa janji berlebihan, dan tanpa ajang pamer jumlah — murni pembinaan hati (mahabbah) kepada Rasulullah ﷺ dan cinta kepada kalamullah.
Dengan memilih JOMO, kita tidak kehilangan apa-apa, melainkan justru menemukan kembali diri kita yang sejati, yang selama ini mungkin tertutup oleh riuhnya ekspektasi dunia. Kita menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan, ketenangan dalam mengingat Allah, dan kekuatan dalam fokus pada pertumbuhan spiritual. Ini adalah perjalanan menuju hati yang lebih damai dan jiwa yang lebih kaya. Mari bergabung dalam perjalanan mulia ini, membina hati, dan menumbuhkan cinta kepada Rasulullah ﷺ bersama kami.
Gabung pejuang istiqomah: Yuk setor sholawat harian bersama komunitas AlFatihRPS — klik di sini untuk mulai setor sholawat.
Gabung khatam bersama: Ambil juz riyadhah Al-Qur'an di putaran komunitas — klik di sini untuk baca Al-Qur'an.